Thursday, 8 November 2012

Pemerintah Didesak tidak Hapus Kurikulum Bahasa Inggris


Ketua Umum Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Sumatera Barat Syafrizal Ben mendesak pemerintah untuk tidak menghapus mata pelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar.
"Jika Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tetap menghapus pelajaran bahasa Inggris, dikhawatirkan bisa memperlambat generasi bangsa untuk mengetahui bahasa Inggris tersebut," katanya di Arosuka, belum lama ini.
Menurut dia, perkembangan zaman dan pengaruh arus globalisasi menuntut generasi muda fasih berbahasa Inggris. Jika tidak mereka akan tertinggal dalam persaingan global. "Jika mata pelajaran bahasa Inggris dihapuskan dari kurikulum SD, justru akan memperlambat siswa untuk bisa menguasai bahasa internasional tersebut," ujarnya.
Dia menambahkan, idealnya mata pelajaran bahasa Inggris sudah diajarkan semenjak dini atau bahkan di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sehingga kecerdasan anak bisa terasah dan mereka cepat mengerti.
Dia mencontohkan, saat ini jika hendak berkunjung atau bekerja sama dalam bidang apa pun dengan negara lain sangat dituntut untuk bisa menguasai bahasa Inggris. "Jika tidak, kita akan sulit untuk berkomunikasi dan hal itu akan bisa merugikan," ujarnya.
Terkait hal itu, Syafrizal Ben berharap agar pemerintah mengkaji ulang wacana penghapusan bahasa Inggris dalam kurikulum SD, karena akan merugikan generasi bangsa puluhan tahun mendatang.

Friday, 2 November 2012

Apa sih VVT-i itu?


Tiap kali liat mobil baru, selalu aja tulisan VVT-i, dengan rasa penasaran akhirnya ketemu juga. Hahaha...
Mesin berteknologi VVT-i (Variable Valve Timing with intelligence) adalah mesin berteknologi variable valve timing yang dikembangkan oleh Toyota. VVT-i menggantikan teknologi VVT Toyota yang sudah mulai diterapkan tahun 1991 di mesin Toyota 4A-GE 5 silinder. Mesin yang sudah dipakai di sebagian besar mobil Toyota ini diklaim membuat mesin semakin efisien dan bertenaga, ramah lingkungan serta hemat bahan bakar.
VVT-i (sering disalahartikan dengan injeksi) bisa diterjemahkan dalam kalimat awam pengaturan pintar waktu buka tutup valve yang variatif. VVT-i diperkenalkan pada tahun 1996.

Tinjauan dasar VVT-i adalah mengoptimalkan torsi mesin pada setiap kecepatan dan kondisi pengemudian yang membuat konsumsi BBM menjadi lebih efisien dan menurunka tingkat emisi bahan bakar serendah mungkin.
Itulah sebabnya kendaraan bermesin teknologi VVT-i sanggup menghasilkan tenaga yang besar sekalipun kapasitas cc slinder mesin kecil.

Cara kerjanya cukup sederhana. Untuk menghitung waktu buka tutup katup (valve timing) yang optimal, ECU (Electronic Control Unit) menyesuaikan dengan kecepatan mesin, volume udara masuk, posisi throttle (akselerator) dan temperatur air. Agar target valve timing selalu tercapai, sensor posisi chamshaft atau crankshaft memberikan sinyal sebagai respon koreksi.
Mudahnya sistem VVT-i akan terus mengoreksi valve timing atau jalur keluar masuk bahan bakar dan udara. Disesuaikan dengan pijakan pedal gas dan beban yang ditanggung demi menghasilkan torsi optimal di setiap putaran dan beban mesin.

Adopsi teknologi VVT-i ke mesin mobil juga memberikan kelebihan minimnya biaya pemeliharaan yang harus ditanggung. Sebab tune-up seperti setel klep dan lain sebagainya tidak diperlukan lagi.
Namun demikian, sebaiknya tetap lakukan service berkala, hindari sembarangan bengkel, dan gunakan oli mesin dengan grade yang dibutuhkan sesuai dengan manual yang dikeluarkan pihak pabrikan mobil. Memilih sembarang bengkel untuk mobil ini menjadi pantangan, pasalnya mesin ini memerlukan komputer diagnosa khusus yang hanya tersedia dibengkel resminya. Suatu hal yang masih sulit untuk dilakukan pemilik mobil mayoritas di Indonesia yang umumnya mengutamakan mobil yang serbaguna, handal, terjangkau dan tidak sulit perawatan dan bengkel saat darurat.

Popular Posts