Sunday, 30 September 2012

Sejarah Songket Palembang


Sejarah dari Kota Palembang tidak bisa dipisahkan dari legenda Kerajaan Sriwijaya dan Kesultanan Palembang Darussalam. Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan maritim yang sangat kuat di Pulau Sumatera dengan daerah kekuasaan mulai dari Kamboja, Thailand, Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi pada masa jayanya sekitar tahun 683 Masehi. Kerajaan yang dalam bahasa sansekerta berarti bercahaya (sri) dan kemenangan (wijaya) tersebut menjadi cikal bakal kota Palembang.

Salah satu warisan budaya dari kerajaan ini adalah wastra tenun bernama songket. Bukti-bukti songket telah ada sejak zaman Sriwijaya bisa disimak dari pakaian yang menyelimuti arca-arca di kompleks percandian Tanah Abang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Kain yang dirangkai dari berbagai jenis benang termasuk benang emas ini menurut sebagian orang bermula dari pola perdagangan antara pedagang asal Tiongkok yang menghadirkan benang sutera dengan pedagang India yang membawa benang emas dan perak. Nah, benang-benang tersebut ditenun dengan pola yang rumit yang diuntai lewat jarum leper pada sebuah alat tenun bingkai Melayu.

Kemampuan membuat Songket tradisional di Palembang biasanya diwariskan secara turun-temurun.Sewet Songket merupakan kain yang kerap digunakan oleh pelapis pakaian wanita di bagian bawah yang dihiasi dengan selendang berteman dengan baju kurung. Dalam upacara adat atau selebrasi pernikahan, pengantin biasanya menggunakan Songket lengkap dengan Aesan Gede (kebesaran), Aesan Pengganggon (Paksangko), Selendang Mantri, Aesan Gandek dan yang lainnya.  Secara kualitas, Songket Palembang merupakan songket terbaik di Indonesia. Bahkan, songket ini disematkan julukan sebagai "Ratu Segala Kain".

Pada songket, teknik dan jenis serta kualitas kain yang ditenun dikenal dengan istilah Songket Limar dan Lepus. Lepus adalah kain songket yang kainnya terdiri dari cukitan alias sulaman benang emas berkualitas tinggi yang biasanya didatangkan dari Cina. Bahkan, kadakala benang tersebut diambil dari kain songket berusia ratusan tahun yang akibat umur membuat kainnya menjadi rapuh. Kualitas jenis ini merupakan kualitas tertinggi dengan harga jual yang sangat mahal.

Sementara Limar lebih mengarah kepada teknik pembuatannya. Menurut budayawan Inggris yang hidup di Indonesia pada era colonial, songket jenis ini merupakan kain yang memadukan warna merah, kuning dan hijau dengan pola yang terinspirasi dari buah limau. Sementara pendapat lain menyatakan bahwa nama limar diambil dari bulatan-bulatan yang berasal dari percikan yang menyerupai tetesan jeruk peras.

Cara pemakaian songket pada pria atau wanita memiliki perbedaan mendasar. Kain songket untuk pria yang kerap disebut Rumpak (bumpak) memiliki motif yang tidak penuh dengan tumpal (kepala kain) berada di belakang badan. Songket tersebut dipakai mulai dari pinggul ke bawah sampai di bagian bawah lutut (untuk pria yang telah menikah) dan menggantung di atas lutut (untuk pria yang belum menikah). Sedangkan untuk wanita, tumpal (kepala kain) wajib berada di depan dengan posisi dari pinggul hingga mata kaki.

Rendang Daging Sapi



Untuk membuat rendang daging sapi yang enak tidak semua orang bisa, karena memang ada tips-tips khusus yang dibutuhkan agar bisa menjadikan makanan ini super lezat. Makanan khas nusantara yang satu ini memang sudah terkenal ke berbagai macam belahan dunia, Bukan hanya cukup familier di wilayah Nusantara, namun juga ke mancanegara. Bahkan di beberapa negara asing, rendang Padang dijadikan menu khusus pada acara-acara kenegaraan.
Nah, bagi anda yang ingin membuat rendang sampi yang enak alangkah baiknya di awal proses pembuatan anda sudah cek kualitas daging dan pilihlah daging yang segar dan sehat agar makanan anda senantiasa sehat dan bersih, baru kemudian simak cara membuat rendang daging sapi yang enak dibawah ini : 

Resep membuat rendang daging sapi :
  1. Daging sapi has 500 gram, potong-potong
  2. Santan kental 1000 ml
  3. Santan cair 1000 ml (santan kental dan cair dari 3 butir kelapa)
  4. Serai 2 batang, memarkan
  5. Daun jeruk purut 5 lembar
  6. Daun kunyit 1 lembar, sobek-sobek
  7. Asam kandis 2 buah


Resep Bumbu Halus Rendang Daging :
  1. cabe merah 250 gram
  2. bawang putih 4 siung
  3. Bawang merah 10 butir
  4. Jahe 1 cm
  5. Kunyit 2 cm
  6. Lengkuas 4 cm
  7. Garam secukupnya


Cara Membuat Rendang Daging :
  1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus, daun kunyit, daun jeruk, serai dan pekak hingga harum.
  2. Masukkan daging, aduk hingga berubah warna.
  3. Tuang santan dan tambahkan kelapa parut sangrai, masak di atas api sedang sambil diaduk perlahan hingga mendidih.
  4. Kecilkan api, masak hingga daging matang, berminyak dan kecoklatan.
  5. Angkan dan sajikan.
  6. Selamat mencoba membuat rendang daging sapi yang enak ya

Popular Posts